Arsip | Januari, 2014

Tugas Softskill (Kepemimpinan)

30 Jan
Pengertian Kepemimpinan
Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktivitas-aktivitas sebuah kelompok yang diorganisasi ke arah pencapaian tujuan.
Kepemimpinan adalah mempengaruhi atau mendapatkan pengikut (John C. Maxwell). Dalam kasus ini, dengan sengaja mempengaruhi dari orang ke orang lain dalam susunan aktivitasnya dan hubungan dalam kelompok atau organisasi.
Kepemimpinan sebagai akibat pengaruh satu arah, karena pemimpin mungkin memiliki kualitas-kualitas tertentu yang membedakan dirinya dengan pengikutnya (Moejiono, 2002).
Kepemimpinan adalah peningkatan pengaruh sedikit demi sedikit pada dan berada di atas kepatuhan mekanis terhadap pengarahan-pengarahan rutin organisasi (Katz dan Kahn, 1978).
Tipe-Tipe Kepemimpinan
Dalam tipe-tipe kepemimpinan terdapat 6 macam tipe, yaitu:
Tipe Otokratis
Ciri-cirinya antara lain:
a.       Mengandalkan kepada kekuatan/ kekuasaan.
b.      Menganggap dirinya paling berkuasa.
c.       Keras dalam mempertahankan prinsip.
d.      Jauh dari para bahawan.
e.       Perintah diberikan secara paksa.
Tipe Laissez Faire
Ciri-ciri antara lain:
a.       Memberi kebebasan kepada para bawahan.
b.      Pimpinan tidak terlibat dalam kegiatan.
c.       Semua pekerjaan dan tanggung jawab dilimpahkan kepada bawahan.
d.      Tidak mempunyai wibawa.
e.       Tidak ada koordinasi dan pengawan yang baik.
Tipe Paternalistik
Ciri-ciri antara lain:
a.       Pemimpin bertindak sebagai bapak.
b.      Memperlakuakn bawahan sebagai orang yang belum dewasa.
c.       Selalu memberikan perlindungan.
d.      Keputusan ada ditangan pemimpin.
Tipe Militerlistik
Ciri-ciri antara lain:
a.       Dalam komunikasi menggunakan saluran formal.
b.      Menggunakan sistem komando/ perintah.
c.       Segala sesuatu bersifat formal.
d.      Disiplin yang tinggi, kadang bersifat kaku.
Tipe Demokratis
Ciri-ciri antara lain:
a.       Berpartisipasi aktif dalam kegiatan organisasi.
b.      Bersifat terbuka.
c.       Bawahan diberi kesempatan untuk memberi saran dan ide-ide baru.
d.      Dalam pengambilan keputusan utamakan musyawarah untuk mufakat.
e.       Menghargai potensi individu.
Tipe Open Leadership
Tipe ini hampir sama dengan tipe demokratis, Perbedaannya terletak dalam hal pengambilan keputusan, dalam tipe ini keputusan ada ditangan pemimpin.

Tipe Kepemimpinan Otokratis (Outhoritative, Dominator)

Kepemimpinan otokratis memiliki ciri-ciri antara lain:
Pemimpinnya selalu berperan sebagai pemain tunggal.

  1. Berambisi untuk merajai situasi.
  2. Setiap perintah dan kebijakan selalu ditetapkan sendiri.
  3. Bawahan tidak pernah diberi informasi yang mendetail tentang rencana dan tindakan   yang akan dilakukan.
  4. Semua pujian dan kritik terhadap segenap anak buah diberikan atas pertimbangan         pribadi.
  5. Adanya sikap eksklusivisme.
  6. Selalu ingin berkuasa secara absolut.
  7. Sikap dan prinsipnya sangat konservatif, kuno, ketat dan kaku.
  8. Pemimpin ini akan bersikap baik pada bawahan apabila mereka patuh.
KASUS  4: Bank Seruni
            Bank Seruni Indonesia adalah sebuah bank besar di Yogyakarta. Bank ini mempunyai empat cabang yang tersebar di empat kabupaten di DIY. Selama beberapa bulan manajemen telah dan sedang mempertimbangkan suatu perubahan prosedur-prosedur evaluasi latihan.Suatu perubahan akan mempengaruhi baik departemen personalia maupun para manager cabang. Rencana tersebut telah didiskusikan dengan semua orang yang dikenai, dan sebagian dari mereka menentang perubahan tersebut. Penyelia latihan, Atika Nurhadi, adalah seorang penentang yang paling keras.
            Setelah diskusi dengan para pengelola bank lainnya, wakil direktur bidang personalia , Ramona Dangdut, memutuskan untuk mengimplementasikan perubahan. Dia membentuk dan menyeleksi para anggota satuan tugas khusus untuk mengimplementasikan perubahan dan memilih Atika sebagai kepala satuan kerja tersebut. Ketika Ramona meminta kesediaan Atika, dia menerina jabatan itu, dan kemudian berkata : “ Bapak tahu bahwa saya menentang perubahan ini. Mengapa Bapak memilih saya sebagai pimpinan? “.
Ramona : “ Ya, saya mengetahui ketidaksetujuan saudara. Kami memilih saudari karena kami menganggap bahwa bila ada berbagai kekurangan dalam usulan perubahan, saudari akan menemukannya. Dan kami percata saudari dapat membetulkannya. “.
Pertanyaan:
1. Mengapa seorang manajer seperti ramona memilih pemimpin oposisi untuk mengimplementasikan perubhan? Apakah saudara setuju dengan tindakan Ramona tersebut? Mengapa?
2. Berapa besar derajat kesuksesan Ramona dalam pelaksanaan perubahan menurut perkiraan saudara? Apa alasan saudara berpendapat demikian?
JAWAB :
1. Saya setuju, karena dia merasa bahwa untuk membangun sebuah perusahaan yang solid dibutuhkan kerja sama dalam setiap divisinya. Untuk menjadi sebuah perusahaan bank yang besar tentu harus memiliki kekompakan antar divisi agar saling bersinergi satu sama lain. Dan saya sangat setuju dengan tindakan tersebut, karena untuk mencapai apa yang kita inginkan terkadang harus memakai teknik atau cara yang bisa diterima semua pihak, jika dibiarkan perusahaan tersebut tidak akan menjadi perusahaan yang solid dan tidak akan berkembang.
2. Menurut saya 90% karena menurut saya Atika akan berusaha maksimal dan akan memberikan banyak masukan dalam proses perubahan yang dilakukan, dan akan membetulkan serta memperbaiki hal-hal yang tidak benar dalam proses perubahan. Dari hal tersebut saya dapat menyimpulkan bahwa Ramona adalah pemimpin yang ingin perusahannya sukses dan pantang menyerah.

andi muhammad adha, 10112765, 2ka03

10 Jan

A. Pengaruh, Kekuasaan dan Wewenang

Pengaruh adalah kegiatan atau keteladanan yang baik secara langsung atau tidak langsung mengakibatkan suatu perubahan perilaku dan sikap orang lain atau kelompok

Beberapa pendekatan yang digunakan untuk membahas hubungan antara kekuasaan dan pengaruh :

.

1. Pendekatan French dan raven

Pendekatan ini mendefinisikan kekuasaan berdasarkan pada pengaruh,dan pengaruh berdasarkan pada perubahan psikholog. Pengaruh adalah pengendalian yang dilakukan oleh seseorang dalam organisasi terhadap orang lain, sedang kekuasaan merupakan pengaruh laten. French dan rovenmengidentifikasikan lima sumber atau basis kekuasaan yaitu:

  • Kekuasaan balas jasa (reward power)
  • Kekuasaan paksaan (coercive power)
  • Kekuasaan sah (legimate power)
  • Kekuasaan ahli (expert power)
  • Kekuasaan panutan (referent power)

.
.

2. Pendekatan Etzioni

Rench dan Roven memberlakukan kekuasaan dan pengaruh sebagai elemen-elemen laten dan aktif proses yang sama, sedang Etzioni lebih mencurahkan perhatian pada apa yang dilakukan oleh seseorang untuk orang lain baik suka maupun tidak.

.
.

3. Pendekatan Nizbet

Memandang kekuasaan sebagai antitesa wewenang, dan kekusaan dilain pihak merupakan paksaan atau usaha untuk mendominasi orang lain agar berperilaku dengan cara-cara tertentu tanpa mempengaruhi system referensi.

.
.

Kekuasaan adalah kewenangan yang didapatkan oleh seseorang atau kelompok guna menjalankan kewenangan tersebut sesuai dengan kewenangan yang diberikan, kewenangan tidak boleh dijalankan melebihi kewenangan yang diperoleh atau kemampuan seseorang atau kelompok untuk memengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginan dari pelaku atau Kekuasaan merupakan kemampuan memengaruhi pihak lain untuk berpikir dan berperilaku sesuai dengan kehendak yang memengaruhi.

.
.

Wewenang (Authority) merupakan dasar untuk bertindak, berbuat, dan melakukan kegiatan/aktivitas dalam suatu perusahaan. Tanpa wewenang orang-orang dalam perusahaan tidak dapat berbuat apa-apa.

.
.

B. Keputusan

Secara singkat Pengambilan keputusan adalah pemilihan diantara berbagai tersedianya alternatif.

Konsep konsep pengambilan keputusan :

  • Identifikasi dan diagnosis masalah
  • Pengumpulan dan analisis data yang relevan
  • Pengembangan & evaluasi alternantif
  • Pemilihan alternatif terbaik
  • Implementasi keputusan & evaluasi terhadap hasil -hasil

.

Tipe –Tipe Keputusan Manajemen :

  • Keputusan-keputusan perseorangan dan strategi
  • Kepusan-keputusan pribadi & strategi
  • Keputusan-keputusan dasar & rutin

.

Model-model Pengambilan Keputusan :

  • Relationalitas Keputusan
  • Model-model perilaku pengambilan keputusan

Teknik Pengambilan Keputusan :

  • Teknik -teknik Kreatif: Brainstorming & Synectics
  • Teknik -teknik Partisipatif
  • Teknik -teknik pengambilan keputusan Modern : Teknik Delphi, Teknik Kelompok Nominal

.
.

Proses pengambilan keputusan adalah proses menentukan suatu jalan keluar dengan berkomunikasi secara bersama-sama atau secara universal diartikan sebagai pemilihan diantara berbagai alternatif mencakup pembuatan pemilihan maupun pemecahan masalah. Keputusan terdiri dari :

  • Keputusan Strategis, keputusan yang dibuat oleh manajemen puncak dari suatu organisasi.
  • Keputusan Taktis, keputusan yang diambil oleh manajemen menengah.
  • Keputusan Operasional, keputusan yang dibuat oleh manajemen bawah.

.

Proses Pengambilan Keputusan menurut para Ahli
Menurut Herbert A Simon, proses pengambilan keputusan pada hakekatnnya terdiri atas tiga langkah utama, yaitu :

1. Kegiatan Intelejen

Menyangkut pencarian berbagai kondisi lingkungan yang diperlukan untuk mengambil keputusan
2. Kegiatan Desain

Menyangkut pembuatan pengembangan dan pengaanalisaan berbagai rangkaian kegiatan yang mungkin dilakukan.
3. Kegiatan Pemilihan

Menyangkut pemilihan serangkaian kegiatan tertentu dari berbagai alternative yang tersedia.

.

Menurut Scoot dan Mitchell, proses pengambilan keputusan meliputi :
1. Proses pencarian tujuan
2. Formulasi tujuan
3. Pemilihan alternative
4. Mengevaluasi hasil

.

Menurut Elbing ada lima langkah dalam proses pegmbilan keputusan. Anatara lain :
1. Indentifikasi masalah
2. Pengumpulan dan analisis data yang relevan
3. Pengembangan dan evaluasi berbagai kemungkinan alternative
4. Pemilihan alternative terbaik
5. Implementasi keputusan dan evaluasi hasil

.

Teknik-teknik Penambilan Keputusan
a. Teknik Kreatif

Brainstroming, berusaha menggali dan mendapat kreatifitas maksimum dari kelompok dengan memberikan kesempatan para anggota untuk melontarkan idenya.

Synectics, didasarkan pada asumsi bahwa poses kreatif dapat dijabarkan dan diajarkan untuk meningkatkan keluaran yang kreatif

 

b. Teknik Parsipatif

Individu atau kelompok dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan.

 

c. Teknik Modern

Teknik Delphi
Teknik Kelompok Nominal