Arsip | Juli, 2014

tugas softkill 2ka03 andi muhammad adha 10112765

2 Jul

TUGAS SOFTKILL

BERKERJASAMA DALAM TEAM

(KELOMPOK) / TEAM WORK

 

  1. PENGERTIAN DAN KARAKTERISTIK KELOMPOK

PENGERTIAN :

Konsep dari suatu kelompok dapat digambarkan secara luas sebagai dua atau lebih individu yang mempengaruhi satu sama lain melalui interaksi sosial. Tetapi ini sangat membantu memperbanyak devinisi dua elemen khusus bagi keterlibatan kelompok dalam pengambilan keputusan. Pertama, individu dalam suatu kelompok saling tergantung secara khusus sampai pada tingkatan yang signifikan, dan hasil dari proses kelompok adalah penting bagi anggota kelompok. Kedua, anggota kelompok berbagi norma dan nilai secara khusus, dimana mereka cenderung untuk memusat dalam penilaian dan pertimbangan. Interaksi, saling ketergantungan, serta pembagian norma dan nilai adalah berkaitan. Interaksi sering ditimbulkan oleh saling ketergantungan yang cenderung untuk meningkat. Interaksi juga membantu pada pembentukan norma dan nilai bersama, masyarakat umumnya lebih suka untuk saling berhubungan dengan mereka yang berbagi dalam menentukan pertimbangan. Sehingga berbagi dimensi kelompok saling menguatkan satu sama lainnya.

 

KARAKTERISTIK :

Berbagi dimensi karakteristik kelompok dapat dibedakan, yang paling penting adalah ukuran, struktur, perpaduan, dan langkah pengembangan (Baron et al., 1992: 5-14)

  1. Ukuran

Ukuran kelompok yang optimal tergantung pada berbagai faktor, dkiantaranya adalah jenis perkerjaan.

  1. Struktur

Struktur kelompok mengacu pada organisasi internal formal atau informal dari suatu kelompok.

  1. Kohesi

Kohesi kelompom dapat digunakan sebagai kekuatan menyeluruh dari hubungan positif dalam kelompok (Baron et al., 1992 : 8).

  1. Tahap Pengembangan

Beberapa kelompok, seperti dapartemen formal atau seksi dari semua organisasi, telah dibentuk dimasa lalu dan keberadaannya tidak terbatas, walaupun setiap anggota datang dan pergi.

 

  1. TAHAPAN PEMBENTUKAN KELOMPOK

Bruce W. Tuckman tahapan-tahapan pembetukan kelompok berurutan dan bersifat membangun, tahapan tersebut adalah:

 

  1. Forming (Perencanaan/persiapan)

Hubungan pribadi akan tercermin karena adanya saling percaya antara anggota kelompok yang sangat mnenginginkan sesuatu, keamanan, pola prilaku, dan memandang ketua kelompok sebagai pemberi petunjuk dan arah, dan ingin diterima dalam kelompokserta membutuhkan kepastianbahwa kelompok tersebut aman. Mereka mengumpulkan kesan dan data persamaan dan perbedaan antara mereka dan menentukan pilihan tentang perencanaan pembentukan subgroup. Aturan0aturan tentang pola prilaku dibuat sederhana dan menolak hal-hal yang bertentangan.

  1. Storming (Membentuk Kekuatan)

Tahap ini dicirikan oleh kompetisi dan konflik dalam hubungan personal dan kelembagaan dalam dimensi fungsi-fungsi tugas yang terjadi ketika anggota menjalankan tugas tersebut. Masing-masing membentuk perkiraan-perkiraan, ide, sikap dan keprcayaan yang menyimpang dengan maksud untuk menyenangkan kelompok. Walupun konflik mungkin atau tidakmungkin muncul sebagai isu kelompok mereka membuatnya ada.

  1. Norming (Penetapan aturan-aturan/nilai-nilai)

Tahap ini dicirikan dengan keterpaduan.Anggota kelompok disibukan dengan pengakuan tentang kontribusi yang aktif dari semua anggota kelompok, membangun dan memelihara komunitas, dan pemecahan masalah kelompok. Tahap ini anggota mulai tahu dan dapat mengidentifikasi satu dengan yang lainnya. Tingkat kepercayaan dalam kontribusi hubungan-hubungan personal membentuk keterpaduan kelompok. Pembentukan hal tersebut, orang-orang mulai melihat muatan kelompok dan merasa haru setelah dapat mengatasi konflik antar pribadi.

  1. Perporming (Penyempurnaan)

Tahap ini tak dapat dicapai oleh semua kelompok. Tahap ini ditandai dengan saling ketergantungan dalam hubungan personal dan pemecahan masalah dalam bidang fungsi tugas.

  1. Adjourning (Istirahat)

Merupakan akhir dari suatu tugas dan kebebasan dari suatu keterkaitan. Kesimpulan yang direncanakan diasanya mencakup penghargaan partisipasi dan prestasi dan kesempatan bagi anggota untuk mengucapkan selamat antar anggota. Akhirnya kelompok dapat membuat beberapa keprihatinan yang sebenarnya, kegentingan kecil. Akhir dari suatu kelompok adalah kemunduran karena perubahan dari memberi kontrol menjadi memberi masukan dalam kelompok.

 

  1. KEKUATAN TEAM WORK

Dalam sebuah tim yang dibutuhkan adalah kemauan untuk saling bergandeng-tangan menyelesaikan pekerjaan. Bisa jadi satu orang tidak menyelesaikan pekerjaan atau tidak ahli dalam pekerjaan A, namun dapat dikerjakan oleh anggota tim lainnya. Inilah yang dimaksudkan dengan kerja tim, beban dibagi untuk satu tujuan bersama.

Saling mengerti dan mendukung satu sama lain merupakan kunci kesuksesan dari teamwork. Jangan pernah mengabaikan pengertian dan dukungan ini. Meskipun terjadi perselisihan antar pribadi, namun dalam tim harus segera menyingkirkannya terlebih dahulu. Bila tidak kehidupan dalam tim jelas akan terganggu. Bahkan dalam satu tim bisa jadi berasal dari latar belakang divisi yang berbeda yang terkadang menyimpan pula perselisihan. Makanya sangat penting untuk menyadari bahwa kebersamaan sebagai anggota tim di atas segalanya.
Berikut poin-poin teamwork yang baik:

1)        Teamwork adalah kerjasama dlm tim yang biasanya dibentuk dari beragam divisi dan kepentingan.

2)        Sama-sama bekerja bukanlah teamwork, itu adalah kerja individual.

3)        Filosofi teamwork: ‘saya mengerjakan apa yang Anda tidak bisa dan Anda mengerjakan apa yang saya tidak bisa.

4)        Ketika berada dalam teamwork, segala ego pribadi, sektoral, deparmen harus  disingkirkan.

5)        Dalam teamwork yang dikejar untuk dicapai adalah target bersama, bukan individual.

6)        Keragaman individu dalam teamwork memang sebuah nilai plus namun bisa    menjadi minus jika tidak ada saling pengertian.

7)        Saling pengertian terhadap karakter masing-masing anggota team akan menjadi  modal sukses bersama.

8)        Jika setiap orang bekerjasama via bidang masing-masing, target korporasi pasti akan segera terealisasi.

9)        Individu yang egois mengejar target pribadi akan menghambat keberhasilan team. Bayangkan jika si A mengejar target A & si B mengejar target B, lalu target bersama bermuara kemana?

10)    Keahlian masing-masing sungguh menjadi anugerah dalam teamwork yang akan mempercepat proses pencapaian target.

11)    Kendalikan ego dan emosi saat bersama agar pergesekan tidak berujung pada  pemboikotan kerjasama.

12)    Dengan pemahaman yang tinggi soal karakter individu dalam team, realisasi target  tidak perlu waktu yang lama.

13)    Ingatlah selalu bahwa: ‘teamwork makes the dream work’.

 

 

  1. IMPLIKASI MANAJERIAL

Implikasi menurut kamus besar Bahasa Indonesia berarti sebab oleh sebab itu implikasi manajerial di bidang team atau kelompok mengakibatkan banyaknya keuntungan yaitu kegiatan kelompok yang dapat lebih direncakan karena ada proses management team

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Dr. Sukidin, M.Pd. ,2009, Sosiologi Ekonomi : center of society studies, Jember.

Anwar Arifin,1994,strategi komunikasi : suatu pengantar ringkas, bandung:armico

http://candra-zulisman.blogspot.com/2013/04/pengertian-dan-karakteristik-kelompok.html

http://taufiq.blog.unair.ac.id/2009/03/03/bekerjasama-dalam-team-work/

tugas softkill 2ka03 andi muhammad adha 10112765

2 Jul

TUGAS SOFTKILL

BERKERJASAMA DALAM TEAM

(KELOMPOK) / TEAM WORK

 

  1. PENGERTIAN DAN KARAKTERISTIK KELOMPOK

PENGERTIAN :

Konsep dari suatu kelompok dapat digambarkan secara luas sebagai dua atau lebih individu yang mempengaruhi satu sama lain melalui interaksi sosial. Tetapi ini sangat membantu memperbanyak devinisi dua elemen khusus bagi keterlibatan kelompok dalam pengambilan keputusan. Pertama, individu dalam suatu kelompok saling tergantung secara khusus sampai pada tingkatan yang signifikan, dan hasil dari proses kelompok adalah penting bagi anggota kelompok. Kedua, anggota kelompok berbagi norma dan nilai secara khusus, dimana mereka cenderung untuk memusat dalam penilaian dan pertimbangan. Interaksi, saling ketergantungan, serta pembagian norma dan nilai adalah berkaitan. Interaksi sering ditimbulkan oleh saling ketergantungan yang cenderung untuk meningkat. Interaksi juga membantu pada pembentukan norma dan nilai bersama, masyarakat umumnya lebih suka untuk saling berhubungan dengan mereka yang berbagi dalam menentukan pertimbangan. Sehingga berbagi dimensi kelompok saling menguatkan satu sama lainnya.

 

KARAKTERISTIK :

Berbagi dimensi karakteristik kelompok dapat dibedakan, yang paling penting adalah ukuran, struktur, perpaduan, dan langkah pengembangan (Baron et al., 1992: 5-14)

  1. Ukuran

Ukuran kelompok yang optimal tergantung pada berbagai faktor, dkiantaranya adalah jenis perkerjaan.

  1. Struktur

Struktur kelompok mengacu pada organisasi internal formal atau informal dari suatu kelompok.

  1. Kohesi

Kohesi kelompom dapat digunakan sebagai kekuatan menyeluruh dari hubungan positif dalam kelompok (Baron et al., 1992 : 8).

  1. Tahap Pengembangan

Beberapa kelompok, seperti dapartemen formal atau seksi dari semua organisasi, telah dibentuk dimasa lalu dan keberadaannya tidak terbatas, walaupun setiap anggota datang dan pergi.

 

  1. TAHAPAN PEMBENTUKAN KELOMPOK

Bruce W. Tuckman tahapan-tahapan pembetukan kelompok berurutan dan bersifat membangun, tahapan tersebut adalah:

 

  1. Forming (Perencanaan/persiapan)

Hubungan pribadi akan tercermin karena adanya saling percaya antara anggota kelompok yang sangat mnenginginkan sesuatu, keamanan, pola prilaku, dan memandang ketua kelompok sebagai pemberi petunjuk dan arah, dan ingin diterima dalam kelompokserta membutuhkan kepastianbahwa kelompok tersebut aman. Mereka mengumpulkan kesan dan data persamaan dan perbedaan antara mereka dan menentukan pilihan tentang perencanaan pembentukan subgroup. Aturan0aturan tentang pola prilaku dibuat sederhana dan menolak hal-hal yang bertentangan.

  1. Storming (Membentuk Kekuatan)

Tahap ini dicirikan oleh kompetisi dan konflik dalam hubungan personal dan kelembagaan dalam dimensi fungsi-fungsi tugas yang terjadi ketika anggota menjalankan tugas tersebut. Masing-masing membentuk perkiraan-perkiraan, ide, sikap dan keprcayaan yang menyimpang dengan maksud untuk menyenangkan kelompok. Walupun konflik mungkin atau tidakmungkin muncul sebagai isu kelompok mereka membuatnya ada.

  1. Norming (Penetapan aturan-aturan/nilai-nilai)

Tahap ini dicirikan dengan keterpaduan.Anggota kelompok disibukan dengan pengakuan tentang kontribusi yang aktif dari semua anggota kelompok, membangun dan memelihara komunitas, dan pemecahan masalah kelompok. Tahap ini anggota mulai tahu dan dapat mengidentifikasi satu dengan yang lainnya. Tingkat kepercayaan dalam kontribusi hubungan-hubungan personal membentuk keterpaduan kelompok. Pembentukan hal tersebut, orang-orang mulai melihat muatan kelompok dan merasa haru setelah dapat mengatasi konflik antar pribadi.

  1. Perporming (Penyempurnaan)

Tahap ini tak dapat dicapai oleh semua kelompok. Tahap ini ditandai dengan saling ketergantungan dalam hubungan personal dan pemecahan masalah dalam bidang fungsi tugas.

  1. Adjourning (Istirahat)

Merupakan akhir dari suatu tugas dan kebebasan dari suatu keterkaitan. Kesimpulan yang direncanakan diasanya mencakup penghargaan partisipasi dan prestasi dan kesempatan bagi anggota untuk mengucapkan selamat antar anggota. Akhirnya kelompok dapat membuat beberapa keprihatinan yang sebenarnya, kegentingan kecil. Akhir dari suatu kelompok adalah kemunduran karena perubahan dari memberi kontrol menjadi memberi masukan dalam kelompok.

 

  1. KEKUATAN TEAM WORK

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Dr. Sukidin, M.Pd. ,2009, Sosiologi Ekonomi : center of society studies, Jember.

Anwar Arifin,1994,strategi komunikasi : suatu pengantar ringkas, bandung:armico