Arsip | November, 2014

andi muhammad adha,10112765,3ka03, tugas bahasa indonesia

10 Nov

PERANCANGAN KARANGAN

III. Soal Uraian (Reviu)

  1. Topik : Bahaya Shisha
  2. Tujuan dan Kalimat Tesis
  • Tujuannya : Membuktikan bahwa shisha tidak baik untuk kesehatan apalagi untuk para remaja dan lebih bahaya daripada rokok.
  • Kalimat Tesis : Shisha hampir sama dengan rokok tetapi kandungan zat yang dimiliki shisha  lebih bahaya daripada rokok yang kandungan karbon monoksidanya saat menghisap 1 Shisha setara dengan 15 hingga 52 batang rokok, sedangkan kandungan tarnya setara dengan 27 hingga 102 batang rokok.
  1. Tulisan Karangan :

-Latar Belakang

-Perumusan Masalah

-Tujuan Penelitian

-Metode Penelitian

-Sistematika Penulisan

  1. Latar Belakang

Shisha adalah peralatan untuk membakar tembakau beraroma buah-buahan. Asapnya kemudian disalurkan melalui sebuah wadah air dan dihisap dengan menggunakan selang khusus.

Organisasi pemerhati kesehatan dan tembakau global, Departement of Health and the Tobacco Control Collaborating Centre (TCCC) mengungkapkan, orang yang merokok shisha atau tembakau herbal akan mengalami gangguan kesehatan. Dengan menghisap shisha, mereka menimbun karbon monoksida kadar tinggi dalam tubuh mereka.

Shisha itu dasarnya kaya sejenis cara menikmati tembakau dengan cara yang berbeda. Kalau ber bicara katanya shisha aman 100%. Tidak juga, tentu saja karena gimana pun yang namanya tembakau tetap ada nikotinnya hanya lebih rendah daripada rokok mungkin karena lebih ringan dan sudah dicampur dengan air sebagai filter bahkan tidak jarang dicampur dengan wine. Tapi perlu disadari tar dalam shisha jauh lebih tinggi daripada rokok.

Rasa shisha yang paling banyak digemari adalah rasa apel sekalipun rasa lainnya juga cukup terkenal. Bahaya shisha secara medis belum banyak penelitian, tapi sejauh yang saya tau karena sifatnya yang dari tembakau dan di uap air kan bisa membuat dampak yang cukup serius seperti kanker esophagus atau kanker mulut tetep aja mungkin kalau bertahun-tahun menghisapnya.

Organisasi pemerhati kesehatan dan tembakau global, Departement of Health and the Tobacco Control Collaborating Centre (TCCC) mengungkapkan, orang yang merokok shisha atau tembakau herbal akan mengalami gangguan kesehatan. Dengan menghisap shisha, mereka menimbun karbon monoksida kadar tinggi dalam tubuh mereka.

  1. Masalahnya :

-Apa dampak dari Shisha

-Zat apa yang terkandung pada Shisha

-Apa faktor penyebab bagi para penghisap Shisha

  1. Tujuan Kajian :
  • Untuk mengetahui bahaya Shisha daripada rokok
  • Untuk mengetahui faktor-faktor penyebab para penghisap Shisha
  • Untuk membandingkan bahaya Shisha daripada rokok
  • Untuk mengetahui apa itu Shisha
  1. Pembatasan Masalah :
  • Hindari ajakan atau keinginan untuk menghisap shisha
  • Perbanyak minum air putih
  • Tetap berfikir positif dan dampaknya
  • Tidak mengikuti pergaulan atau tren
  1. Cara mendapatkan data penulisan

Saya mendapatkan data penulisan ini dari berbagai sumber salah satunya dari situs jejaring social yang sudah terbukti berdasarkan hasil dari direktur studi tembakau di University College London.

  1. Cara mengorganisasikannya

Caranya dengan mengadakan seminar tentang bahaya menghisap Shisha yang nyatanya lebih bahaya daripada menghisap rokok.

10.Kesimpulan

Melihat kenyataan yang ada pada uraian sebelumnya, dapat dikatakan menghisap shisha itu ternyata lebih bahaya daripada merokok. Terbukti pada bahaya shisha ternyata tidak semenyenangkan faktanya. WHO memperingatkan bahwa 1 jam menghisap shisha sama bahayanya dengan menghisap 100 batang rokok. Hal ini karena perokok tembakau biasanya akan mengambil 8 hingga 12 embusan saat menghisap 1 batang rokok dan menghirup 0,5 sampai 0,6 liter asap. Selain itu, shisha juga dapat menyebabkan masalah pernapasan, kanker mulut, serta masalah pada kehamilan.

 II. Baca paragraf berikut ini dan jawablah pertnyaan dibawahnya.

(1) Depperindag menilai bahwa upaya memulihkan kinerja ekspor non migas perlu ditingkatkan. (2) Untuk mencapai upaya tersebut, Dipperindag merencanakan peningkatan ekspor nonmigas nasional sebesar 15% sehingga mencapai $44,54 miliar pada tahun 2000. (3) Sehubungan dengan hal itu, Direktur Jendral Kerja Sama Lembaga Perindustrian dan Perdagangan (KLIPI) Depperindag telah mengadakan pertemuan koordinasi dengan para atase Perindustrian dan Perdagangan (Atpperindag) sekawasan Eropa di Brussels 13-15 Maret 2000. (4) Pertemuan ini dimaksudkan untuk menjelaskan visi dan strategi penignkatan akses pasar serta mengamankan kebijakan pemerintah di bidang perindustrian dan perdagangan. (5) Di samping itu, upaya tersebut juga merumuskan langkah-langkah konkrit untuk meningkatkan kinerja ekspor berdasarkan fakta di lapangan.

1.Bacaan diatas berupa laporan ?

B. kuantitatif

2. Laporan tersebut disusun secara ?

A. Induktif

3.Laporan diatas berisi ?

C. perencanaan

4. Bahasa laporan itu ?

A. efektif

5. Pedekatan pembahasan?

C.persuasi

I. Jawablah soal nomor 1 s.d 4 berdasarkan kutipan berikut ini. Selebihnya jawab berdasarkan jawab berdasarkan pertanyaannya.

(1) Penyimpangan sampling menurun sebanyak dengan ukuran sampel. (2) Berarti, bila sebuah sampel dari 10 suku cadang manufaktur diuji ditemukan 2 ada cacatnya, ini berbeda dengan 20 cacat dari sebuah sampel 100 suku cadang. (3) Dalam sebuah telaah praktik riset psikologi, Tversky dan Kahneman menemukan bahwa peniliti tampaknya tidak menangkap secara tepat kesalahan dan sifat kurang mantap dalam sampel kecil. (4) Telaah lain dengan siswa mengesankan ukuran sampel terhadap penyimpangan. (5) Berarti, untuk sampel-sampel kecil, kesimpulannya tak dapat dijamin.

1. Ragam bahasa bacaan diatas :

A. tulis ilmiah

2. Topik bacaan diatas :

A. penyimpangan sampel

3. Kalimat kedua menyatakan :

A. perbedaan sample besar dan kecil

4. Kata sampel sebaiknya dtulis :

A. sample

5. Kalimat kelima “Berarti, untuk sampel-sampel kecil, kesimpulannya tak dijamin”. Untuk sampel-sampel kecil merupakan :

A. keterangan tambahan

6. Topik yang baik harus memenuhi syarat berikut kecuali :

C. cukup luas

7. Contoh topik yang baik bagi studi akuntansi misalnya :

A. pengaruh olahraga terhadap kesehatan jantung

8. Kalimat tesis yang baik misalnya :

B. penggunaan program komputer yang dirancang secara tepat akan berpengaruh secara potitif terhadap         pengembangan sistem kerja.

9. Kalimat tesis yang baik memenuhi syarat berikut ini kecuali :

D. menggunakan kata konotasi

10. Pililah contoh perumusan masalah karangan ilmiah yang menuntut adanya analisis:

A. apakah pengaruh politik terhadap pereknomian nasional ?

11. Pilih kata yang menyatakan tujuan penelitian :

A. membuktikan

TUGAS MANDIRI

  1. Jelaskan hakikat perencanaan karangan.

Jawab :

Perencanaan karangan yaitu semua tahap persiapan penulisan. Dimana, kegiatan menulis bukanlah suatu kegiatan yang kebetulan, melainkan memang telah direncanakan. Dengan begitu, penulis benar-benar siap mengungkapkan gagasannya melalui tulisan.

Secara teoritis, perencanaan karangan terdiri atas tiga tahapan, yaitu pra penulisan, penulisan, dan pascapenulisan. Pada tahapprapenulisan, seorang penulis dituntut untuk mempersiapkan bahan-bahan yang akan dijadikan tulisan. Persiapan ini meliputi penentuan tema, topik, ataupun judul, tujuan penulisan, masalah yang akan dibahas, teknik pengumpulan bahan atau teknik penelitian, penentuan buku rujukan penyusunan kerangka karangan, dan sebagainya

  1. Jelaskan bahwa mengarang merupakan proses kreatif

Jawab :

Benar, untuk memulai mengarang dengan tulisan memang memerlukan proses kreatif yaitu dimulai dengan adanya ide kekayaan batin atau intelektual sebagai bahan tulisan. Ide itu bisa diperoleh atau didapat setiap saat, kapan mau mengarang. Sumber utamanya adalah bacaan, pergaulan, perjalanan, kontemplasi, monolog, konflik dengan diri sendiri maupun dengan di luar diri kita, pembrontakan, dorongan mengabdi, kegembiraan, mencapai prestasi, tuntutan profesi dan sebagainya. Semuanya itu bisa dijadikan gerbang untuk mendorong memasuki proses kreatif mengarang dengan tulisan. Kuncinya adalah punya hasrat yang kuat untuk mengarang.

3. Jelaskan jenis-jenis karangan ilmiah

A. Makalah adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data dilapangan yang bersifat empiris-objektif. makalah menyajikan masalah dengan melalui proses berpikir deduktif atau induktif.

B. Kertas kerja seperti halnya makalah, adalah juga karya tulis ilmiah yang menyajikan sesuatu berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif. Analisis dalam kertas kerja lebih mendalam daripada analisis dalam makalah.

C. Skripsi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasarkan pendapat orang lain. Pendapat yang diajukan harus didukung oleh data dan fakta empiris-objektif, baik bedasarkan penelitian langsung (obsevasi lapangan, atau percobaan di laboratorium), juga diperlukan sumbangan material berupa temuan baru dalam segi tata kerja, dalil-dalil, atau hukum tertentu tentang salah satu aspek atau lebih dibidang spesialisasinya.

D. Tesis adalah karya tulis ilmiah yang sifatnya lebih mendalam dibandingkan dengan skripsi. Tesis mengungkapkan pengetahuan baru yang diperoleh dari penelitian sendiri.

E. Disertasi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasarkan data dan fakta yang sahih (valid) dengan analisis yang terinci). Disertasi ini berisi suatu temuan penulis sendiri, yang berupa temuan orisinal. Jika temuan orisinal ini dapat dipertahankan oleh penulisnya dari sanggahan penguji, penulisnya berhak menyandang gelar doktor (S3).

4. Jelaskan tahapan (proses) penyusunan karangan.

A. Menentukan tema dan judul

B. Mengumpulkan bahan

C. menyeleksi bahan

D. Membuat kerangka

E. mengembangkan kerangka karangan

  1. Sebutkan Syarat-syarat topik yang baik :

Jawab :
a. Topik harus menarik perhatian penulis.
b. Diketahui oleh penulis.
c. Jangan terlalu baru,jangan terlalu teknis dan jangan terlalu kontroversial.
d. Bermanfaat.
e. Jangan terlau luas.
f. Topik yang dipilih harus berada disekitar kita.
g. Topik yang dipilih harus yang menarik.
h. Topik yang dipilih ruang lingkup sempit dan terbatas.
i. Topik yang dipilih memiliki data dan fakta yang obyektif.
j. Topik yang dipilih harus kita ketahui prinsip-prinsip ilmiahnya. topik yang di pilih jangan terlalu baru.
k. Topik yang dipilih memiliki sumber acuan.

  1. Jelaskan Perbedaan topik dan judul karangan.

Jawab :

Topik adalah initisari pokok pikiran yang menjadi pembahasan dan sedangkan judul adalah kalimat yang dijadikan headline atau kepala tulisan agar lebih menarik dan membuat penasaran.

  1. Sebutkan syarat-syarat kalimat tesis.

Jawab  :

Berisi gabungan rumusan topik dan tujuan, Penekanan topik sebagai suatu pengungkapan pikiran, Pembicaraan dan ketetapan rumusan, Berupa kalimat lengkap terdapat subjek dan predikat dan objek, Menggunakan kata khusus dan denotatif atau lugas, Berupa pernyataan positif bukan kalimat tanya, Dapat mengarahkan, mengembangkan dan mengendalikan penulisan, Dapat dikukur dan dibuktikan kebenarannya.

  1. Lengkapilah kalimat tesis berikut ini.

1).Topik  : Kreatifitas baru produksi pangan dari singkong.

Tujuan : Membuktikan bahwa bahan baku singkong dapat diolah dalam berbagai jenis         pangan yang dapat dijadikan komoditas ekspor.

Tesis : Salah satu kreaktifitas baru produksi pangan dan singkong yang dapat diolah   berbagai jenis pangan dapat menjadikan komoditas ekspor dan akan menjadi daya saing yang tinggi untuk kreatifitas produksi pangan ini.

2).Topik : Upaya meningkatkan produk sepatu dipasar Internasional

Tujuan : mengefesiensikan sumber daya ekonomi akan menghasilkan produk sepatu yang tangguh berdaya saing tinggi.

Tesis : efesiensi sumber daya ekonomi akan menghasilakn produk sepatu tanggguh berdaya saing tinggi di pasar Internasional.

  1. Buatkan topik yang kreatif dan inovatif sesuai dengan bidang studi Anda, rumuskan topik tersebut menjadi tujuan, dan kalimat tesisnya.

Topik : meningkatkan kreatifitas tentang IT dikalangan masyarakat

Tujuan : membuktikan bahawa IT itu sangat berguna dikalangan perusahan-perusahan besar di indonesia.

Tesis : menjunjung tinggi kreatifitas IT ini sangat berguna untuk masa depan dan berguna juga untuk negara ini yang kurangnya pengetahuan IT di Indonesia.