PROFESIONALISME

21 Mar

Profesionalisme

** PENGERTIAN PROFESI

  1. profesi itu menunjukkan dan mengungkapkan suatu kepercayaan (to profess means to trust), bahkan suatu keyakinan (to belief in) atas suatu kebenaran (ajaran agama) atau kredibilitas seseorang (Hornby,1962).
  2. Profesi itu dapat pula menunjukkan dan mengungkapkan suatu pekerjaan dan urusan tertentu.
  3. profesi itu pada hakikatnya merupakan suatu pekerjaan tertentu yang menuntut persyaratan khusus dan istimewa sehinnga meyakinkan dan memperoleh kepercayaan pihak yang memerlukannya.

 

** ISTILAH YANG BERKAITAN DENGAN PROFESI

Sanusi et.al (1991:19) menjelaskan lima istilah yang berkaitan dengan profesi, yaitu :

  1. Profesi adalah suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut keahlian (experties) dari para anggotanya. Artinya, ia tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang yang tidak dilatih dan tidak disiapkan secara khusus untuk melakukan pekerjaan
  2. Profesional menunjuk pada dua hal: Pertama, orang yang menyandang suatu profesi, misalnya “Dia seorang profesional”.Kedua, penampilan seseorang dalam melakukan pekerjaannya yang sesuai dengan profesinya.
  1. Profesionalisme adalah menunjuk kepada komitmen para anggota suatu profesi untuk meningkatkan kemampuan profesionalnya dan terus – menerus mengembangkan strategi– strategi yang digunakannya dalam melakukan pekerjaan yang sesuai dengan
  2. Profesionalitas mengacu pada sikap para anggota profesi terhadap profesinya serta derajat pengetahuan dan keahlian yang mereka miliki dalam rangka melakukan
  3. Profesionalisasi menunjuk pada proses peningkatan kualifikasi maupun kemampuan para anggota profesi dalam mencapai kriteria yang standar dalam penampilannya sebagai anggota suatu profesi

 

** CIRI PROFESI

  1. Lebih mementingkan pelayanan kemanusiaan yang ideal dibandingkan dengan kepentingan pribadi.
  2. Seorang pekerja profesional, secara aktif memerlukan waktu yang panjang untuk mempelajari konsep-konsep serta prinsip-prinsip pengetahuan khusus yang mendukung keahliannya.
  3. Memiliki kualifikasi tertentu untuk memasuki profesi tersebut serta mampu mengikuti perkembangan dalam pertumbuhan jabatan.
  4. Memiliki kode etik yang mengatur keanggotaan, tingkah laku, sikap dan Cara
  5. Adanya organisasi yang dapat meningkatkan standar pelayanan, disiplin diri dalam profesi, serta kesejahteraan anggotanya.
  6. Memberikan kesempatan untuk kemajuan, spesialisasi, dan kemandirian.
  7. Memandang profesi suatu karier hidup (alive career) dan menjadi seorang anggota yang permanen.
  8. Membutuhkan suatu kegiatan intelektual yang tinggi

 

REFRENSI :

http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._KURIKULUM_DAN_TEK._PENDIDIKAN/197706132001122-LAKSMI_DEWI/ETIKA_PROFESI/PRESENTASI_PERKULIAHAN/pert-3_konsep_profesi.pdf

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: